Buku yang Dipenjarakan

Rp 77.000

Buku ini merupakan kumpulan tulisannya selama di luar negeri. Ia mengisahkan  bagaimana ia bertahan hidup dari bayang-bayang intel pemerintah Soeharto. Bahkan, beberapa temannya yang berinteraksi dengan dirinya pun kena imbasnya, yaitu dihukum tanpa proses peradilan.

Out of stock

Beritahu aku jika stok produk ini tersedia kembali



Description

MOJOKSTORE.COM / Non Fiksi / Buku yang Dipenjarakan (Sobron Aidit)

+++

Ruangan di mana buku-buku terlarang itu terletak dan disimpan, berlainan dengan buku-buku lainnya yang normal! Ruangan buku-buku terlarang itu, ada dalam ruangan yang berjeruji besi, dikerangkeng! Jadi ruangan buku-buku terlarang itu pun dalam penjara! Gila apa?!!

Sobron Aidit mendengar informasi adanya perlakuan ekstrem atas bukubuku yang dibredel oleh Pemerintah Orde Baru dari salah seorang temannya. Pemikiran-pemikiran serta pendapat-pendapat yang berseberangan dengan penguasa militeristik waktu itu dibungkam. Mungkin, begitulah kiranya bahasa simbolik yang ingin diungkapkan lewat fenomena buku yang dipenjarakan ini.

Selama berkiprah di Indonesia sastrawan kritis itu tak pernah terjun di pentas politik bahkan bergabung dengan PKI. Ia selalu diteror lantaran adik dari DN Aidit dan nama “Aidit” yang disandangnya itu. Pasca-tragedi ’65, Sobron yang ketika itu sedang bertugas di Cina, mendadak kontrak kerjanya diputus secara sepihak. la tak tahu lagi ke mana dia bersama dua anaknya akan menyambung hidup.

Pulang ke Indonesia, tentu saja bertaruh nyawa. Lewat salah seorang temannya, Sobron diarahkan untuk ke Prancis. Akhirnya, Sobron dan kedua anaknya diizinkan tinggal di Prancis, meski prosesnya tidak mudah. Baginya, ia merasa seperti orang yang terbuang di tanah orang.

Sobron sangat rindu tanah airnya, khususnya tanah kelahirannya, Belitung. Hingga akhir hayatnya, ia tidak berhasil mewujudkan kerinduannya itu karena stempel “orang terlarang” versi Orba. la di-PKI-kan.

Buku ini merupakan kumpulan tulisannya selama di luar negeri. Ia mengisahkan  bagaimana ia bertahan hidup dari bayang-bayang intel pemerintah Soeharto. Bahkan, beberapa temannya yang berinteraksi dengan dirinya pun kena imbasnya, yaitu dihukum tanpa proses peradilan. Sobron berupaya memberikan penyadaran kepada kita bahwa dendam politik tidak layak diwariskan. Rekonsiliasi dan penghapusan diskriminasi di antara anak bangsa adalah mimpinya.

Additional information
Weight0.15 kg
Penerbit

Galang Press

Penulis

Sobron Aidit

Tahun Terbit

2018

Jumlah Halaman

170

Dimensi

14 x 20 cm

ISBN

978-602-8620-77-2

Jenis Sampul

Soft Cover