Gerilya Republik di Kota Probolinggo 1947-1949

Rp 70.000 Rp 63.000

Penderitaan akibat penindasan asing sudah menjadi trauma yang mengurat-daging bagi rakyat di Probolinggo. Maka, ketika terbuka peluang untuk merdeka, segenap rakyat tidak akan membiarkannya begitu saja.

Description

MOJOKSTORE.COM / Non Fiksi / Gerilya Republik di Kota Probolinggo 1947-1949 (Ari Sapto)

+++

Di Jawa Timur, Agresi Militer Belanda I berhasil gemilang. Sama dengan di semua medan operasinya. Akan tetapi, kemenangan tempur Belanda yang begitu menghancurkan itu justru menambahkan kesadaran baru bagi siasat perjuangan TNI. Konsep pertempuran gerilya adalah jawaban yang harus segera dilaksanakan. Front tidak lagi terpaku pada garis depan dan belakang. Dalam gerilya tidak ada kata “maju” atau mundur”. Karena semuanya menjadi garis depan. Semuanya adalah front.

Selain itu, semangat dan keberanian tempur harus juga dikalkulasikan dengan risiko yang bakal dihadapi. Baik bagi prajurit TNI maupun bagi desa-desa atau wilayah yang menjadi penyangga secara langsung dapat merasakan ekses dari diadakannya gerilya. Sebab, kehilangan kepercayaan dari rakyat berarti sama seperti anak yang kehilangan induknya. TNI bisa kehilangan segala-galanya.

Untuk melawan strategi penghancuran (annihilation strategy) yang dianut Belanda. TNI menggunakan strategi penjemuan (attritation strategy). Bagi Belanda, strategi perang terutama ditujukan pada penghancuran Angkatan Perang Republik. Mereka meyakini bahwa dengan hancurnya TNI maka
maksud dan tujuan politik dapat lebih mudah dicapai, kemudian baru tujuan ekonomi dapat pula dicapai.

Additional information
Weight0.25 kg
Penulis

Ari Sapto

Penerbit

Matapadi

Tahun Terbit

2020

Jumlah Halaman

208

Dimensi

14 x 21 cm

ISBN

9786021634424

Jenis Sampul

Soft Cover