Konflik Israel-Palestina

Rp 20.000,00

Seiring dengan berlarutnya banjir darah di Timur Tengah, upaya pencarian pemecahan yang adil haruslah menyentuh akar penyebab konflik tersebut. Pandangan yang lazim adalah bahwa, kalaupun kedua pihak bersalah,  orang Palestina adalah kaum “teroris” irasional yang pendapatnya tidak perlu didengar. Namun, kami berpendapat bahwa bangsa Palestina merupakan korban yang merana: tanah air mereka selama lebih dari seribu tahun telah diambil, tanpa persetujuan mereka dan umumnya dengan kekerasan, selama berdirinya negara Israel. Dan semua kejahatan-kejahatan lanjutannya — di kedua pihak — niscaya mengikuti ketidakadilan awal ini.

Tulisan ini memaparkan secara garis besar sejarah Palestina untuk menunjukkan bagaimana proses ini terjadi dan solusi moral apa yang harus diterapkan di wilayah itu. Jika Anda peduli pada bangsa-bangsa di Timur Tengah, Yahudi dan Arab, Anda perlu membaca cerita ini, yang berupa sisi lain dari rekaman sejarah.

Description

Description

“Stasiun terakhir bagi penyelesaian Palestina-Israel telah mulai muncul dari ranah politik. Penyelesaian semacam ini haruslah… memberi bangsa Palestina sebuah negara mereka sendiri yang berdaulat, tak terganggu gugat, dan independen. Ini masalah keadilan dan praktis. Jika memang yang diinginkan adalah perdamaian sejati yang langgeng dan stabil, tak ada pilihan lain…. Sekadar jebakan-jebakan pernegaraan tak akan cukup. Negara Palestina itu haruslah nyata dan dapat berjalan.” -A.S. Khalidi, The New York Times.

Additional information

Additional information

Weight 0.1 kg
Penulis

Jews for Justice in The Middle East

Penerbit

Alvabet

Tahun Terbit

2005

Jumlah Halaman

128

Dimensi

11,5 x 15 cm

ISBN

978-979-3064-03-1

Jenis Sampul

Soft Cover