Memorabilia & Melankolia

Rp 65.000,00

Kumpulan cerpen karya Agus Noor ini pernah terbit di tahun 1999. Di ujung tahun 2015 buku ini kembali terbit dengan perwajahan yang baru dan tambahan beberapa cerpen terbaik Agus Noor.

Categories: , Tags: ,
Description

Description

“Dalam Memorabilia & Melankolia ini Agus Noor terobsesi oleh berbagai persoalan yang menyedihkan, antara lain kebobrokan politik, kebobrokan keluarga, dan kebobrokan individu-individu, yang mungkin karena masalah internal atau eksternal, mempunyai perilaku menyimpang, di mana keadilan dan kebenaran dinafikan demi kepentingan individu-individu tertentu. Dalam harkatnya sebagai pengarang, Agus Noor fokus pada korban dan individu-individu dengan perilaku menyimpang pun disamarkan dalam dunia yang kelam.

Harkat sebagai pengarang menuntut konsekuensi lain, yaitu kemampuan berbahasa. Siapa pun boleh mengungkap keprihatinan, dan siapapun boleh mengungkap keprihatinan, dan siapa pun boleh menggambarkan dunia yang kelam, tapi tanpa kemampuan mengolah bahasa yang tepat, sukar bagi siapa pun untuk menjadi pengarang. Karena itulah, Agus Noor berjuang untuk mengatasi dominasi kekuatan bahasa, dan Agus Noor keluar sebagai pemenang, dan karena itulah, Agus Noor tidak tampak sebagai penggugat terhadap kebobrokan, tetapi sebagi pengarang yang prihatin terhadap kebobrokan.” — Budi Dharma

“Dunia urban dan kontemporer dalam cerpen-cerpen Agus Noor, menjelma menjadi sejenis dongeng. Dan dongeng menjadi perkakas yang unik untuk mengomentari situasi urban dan kontemporer ini, baik moral maupun politik, seringkali dengan humor yang melimpah.” — Eka Kurniawan

“Memperhatikan cerita-cerita dalam buku ini, kerja kepengarangan itu seperti pura-pura menjadi Tuhan, tetapi jika Tuhan bisa mulai dari nol, maka pengarang tidak mungkin memutihkan dunia dahulu sebelum mengarang. Tidak seperti Tuhan, pengarang terkodratkan bekerja dari segala sesuatu yang sudah diadakan oleh Tuhan. Jika Tuhan bisa menciptakan dunia dan kehidupannya dari titik nol, maka pengarang hanya mungkin “mengarang” berdasarkan dunia dan kehidupan yang sudah ada.

Cerita-cerita dalam buku ini menunjukkan, yang disebut mengarang kemudian mempunyai arti apakah pengarang akan menerima, menolak, atau bernegosiasi dengan dunia itu. Berdasarkan sikap yang manapun, salah satu maupun ketiganya sekaligus, terbuka peluang bagi pengarang untuk membongkar dunia tersebut dan menyusunnya kembali dengan peralatan yang disebut imajinasi. Dalam penyusunan kembali itulah kreativitas bekerja. Dengan cara membaca seperti ini, pembaca dapat menyaksikan bagaimana pengarang bernama Agus Noor ini berjuang untuk mengarang, semengarang-mengarangnya, bagaikan tiada lagi yang bisa lebih ngarang.” — Seno Gumira Ajidarma

 

Additional information

Additional information

Weight 0.3 kg
Dimensions 14 × 21 cm
Penulis

Agus Noor

Penerbit

Gambang

Tahun Terbit

Oktober, 2016

Jumlah Halaman

254

Dimensi

14 x 21 cm

Berat

0.25 kg

ISBN

978-602-6776-11-2

Penyelaras

Kun Andyan Anindito

Desain Sampul

Kun Andyan Anindito

Jenis Sampul

Soft Cover

Layouter

Mawaidi D. Mas