Qira’ah Mubadalah: Tafsir Progresif untuk Keadilan Gender dalam Islam

Rp 150.000,00 Rp 132.000,00

Qiraah mubădalah yang ditawarkan oleh buku ini sesungguhnya merupakan sumbangan penting, tidak hanya dalam memahami teks-teks keagamaan, melainkan juga sebagai cara pandang dunia. Meskipun metode ini dimaksudkan untuk merespons teks-teks primer dalam Islam yang menggunakan bahasa dengan kesadaran gender tertentu, namun metode yang sama juga bisa menjadi cara baru dalam melihat keragaman sosial agar tidak melahirkan ketimpangan relasi. Ketimpangan relasi, apa pun, bisa melahirkan ketidakadilan karena berawal dari cara pandang negatif terhadap perbedaan antarpihak yang mempunyai relasi.

Description

MOJOKSTORE.COM / Non Fiksi / Qira’ah Mubadalah: Tafsir Progresif untuk Keadilan Gender dalam Islam (Faqihuddin Abdul Kodir)

+++

Pertama mendengar gagasan mubâdalah atau kesalingan, banyak yang meloncat pada kesimpulan keliru. Jadi, menurut mubâdalah, kalau laki-laki boleh poligami, maka perempuan juga boleh poliandri? Begitu pun kira-kira respons awal saya saat pertama mendengar pendekatan ini di sebuah workshop pengkaderan ulama perempuan Rahima. Tentu saja, kesimpulan tersebut keliru karena yang disalingkan adalah kemaslahatan ajaran Islam. Terkadang, bisa langsung secara tekstual disalingkan. Seringnya, justru mesti melampaui teksnya agar tidak terjebak pada kesimpulan atas kemaslahatan salah satu pihak dengan cara memberikan beban pada pihak lain secara tidak imbang. Kapan kesalingan dapat dilakukan secara tekstual dan kapan mesti melampaui teksnya, buku ini menjelaskan secara detail.

Qiraah mubădalah yang ditawarkan oleh buku ini sesungguhnya merupakan sumbangan penting, tidak hanya dalam memahami teks-teks keagamaan, melainkan juga sebagai cara pandang dunia. Meskipun metode ini dimaksudkan untuk merespons teks-teks primer dalam Islam yang menggunakan bahasa dengan kesadaran gender tertentu, namun metode yang sama juga bisa menjadi cara baru dalam melihat keragaman sosial agar tidak melahirkan ketimpangan relasi. Ketimpangan relasi, apa pun, bisa melahirkan ketidakadilan karena berawal dari cara pandang negatif terhadap perbedaan antarpihak yang mempunyai relasi.

Salah satu tantangan serius ikhtiar mewujudkan keadilan gender adalah cara pandang dikotomis pada laki-laki dan perempuan. Laki-laki dan perempuan berbeda sehingga keduanya dilihat bertentangan satu sama lain. Salah satu pihak mesti menaklukkan pihak lain. Jika tidak, maka ia yang akan ditaklukkan. Sistem patriarki mempunyai andil besar dalam cara pandang dikotomis ini. Laki-laki diletakkan secara superior, sedangkan perempuan inferior sebagai pengabdi mereka. Nilai perempuan ditentukan oleh sejauh mana ia memberi manfaat pada laki-laki.

Additional information
Weight 0.7 kg
Penulis

Faqihuddin Abdul Kodir

Penerbit

Ircisod

Tahun Terbit

2019

Jumlah Halaman

616

Dimensi

15.5 x 24 cm

ISBN

9786027696808

Jenis Sampul

Soft Cover