Sold out

Soeratin Sosrosoegondo: Menentang Penjajahan Belanda dengan Sepak Bola Kebangsaan

Rp 50.000,00

Soeratin memilih hengkang dari perusahaan konstruksi milik Belanda, lalu membesarkan dan mengembangkan PSSI, karena ia menyadari sepenuhnya sepak bola merupakan wahana yang paling efektif untuk menyemai nasionalisme terutama di kalangan kaum muda. Meskipun pada awal perjuangannya harus terbata-bata, akibat paceklik dana dan intrik dan intervensi yang dilakukan oleh pihak keamanan Belanda. Namun, dengan keteguhan dan ketulusan tekad yang tak kenal menyerah, rela berkorban, Soeratin dan rekan-rekan seperjuangannya, berhasil mengembangkan dan menumbuhkan Sepak Bola Kebangsaan, bahkan dapat membendung perkembangan sepak bola yang dikelola orang-orang Belanda.

Out of stock

Description

Description

Bagi rakyat Indonesia, sepak bola merupakan cabang olahraga yang sangat digemari dan merakyat. Bahkan sepak bola telah pula berperan sebagai parameter untuk mengukur setinggi mana citra dan rasa kebanggan bangsa. Selain itu, sepak bola juga mengandung unsur-unsur demokrasi yang paling hakiki, dibandingkan lembaga lainnya.

Warga sepak bola di seluruh tanah air ini, tentu menyadari, jika pendiri/ketua umum PSSI yang pertama Ir. Soeratin Sosrosoegondo sejak awal berdirinya PSSI 19 April 1930, dengan tegas menempatkan PSSI sebagai alat perjuangan bangsa, melanjutkan deklarasi Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.

Dalam kaitan inilah penerbitan buku tentang perjuangan Ir. Soeratin pantas mendapatkan aprsesiasi tersendiri. Bukan saja karena buku persepakbolaan nasional termasuk langka. Apalagi buku ini materinya lebih terfokus pada liku-liku perjuangan Soeratin dalam menegakkan Sepak Bola Kebangsaan. Bagaimana sepak bola dijadikannya sebagai alat kebanggaan Negara.

Sebagai seorang yang berasal dari kalangan ningrat, berpendidikan Barat pada Sekolah Tinggi Teknik di Jerman dan berhasil mencapai gelar insinyur, jelas Soeratin dengan mudah dapat menikmati hasil pekerjaannya di perusahaan milik Belanda. Namun demikian, panggilan nurani nasionalisme yang bersarang di benaknya, setelah berhasil mendirikan PSSI, pekerjaan yang memberikan kehidupan sosial yang lebih dari cukup itu, justru ditinggalkannya.

Soeratin memilih hengkang dari perusahaan konstruksi milik Belanda, lalu membesarkan dan mengembangkan PSSI, karena ia menyadari sepenuhnya sepak bola merupakan wahana yang paling efektif untuk menyemai nasionalisme terutama di kalangan kaum muda. Meskipun pada awal perjuangannya harus terbata-bata, akibat paceklik dana dan intrik dan intervensi yang dilakukan oleh pihak keamanan Belanda. Namun, dengan keteguhan dan ketulusan tekad yang tak kenal menyerah, rela berkorban, Soeratin dan rekan-rekan seperjuangannya, berhasil mengembangkan dan menumbuhkan Sepak Bola Kebangsaan, bahkan dapat membendung perkembangan sepak bola yang dikelola orang-orang Belanda.

– KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Menteri Pemuda dan Olahraga RI

Additional information

Additional information

Weight 0.2 kg
Penulis

Eddi Elison

Penerbit

Ombak

Tahun Terbit

Cetakan I, 2014

Dimensi

14.5 x 21 cm

Jumlah Halaman

158

ISBN

978-602-7544-167-3

Jenis Sampul

Soft Cover

Kode Produk

BN0007