Drama-Persebaya
Resensi

Tanpa Bonek, Persebaya Surabaya Tak Bertaji

Keterlibatan pemain maupun klub dalam aktivisme sosial seperti ini menunjukkan bahwa tak ada klub sepakbola yang lahir tanpa afeksi lingkungannya, karena pada dasarnya klub adalah bagian dari identitas dan nilai-nilai sosial masyarakat sebuah wilayah. Itulah kenapa sebuah klub sepakbola akan selalu dicintai, terlepas dari baik atau buruknya prestasinya.

Mendengar kata Persebaya Surabaya, penikmat sepakbola biasanya teringat dengan kata Bonek. Salah satu suporter fanatik di Indonesia yang terkenal akan ketangguhannya, baik di kandang maupun saat bertandang. Mereka tak kenal lelah dalam mendukung tim kesayangannya. Jauh, mereka sambangi; dekat, mereka kian merapat.

Namun, saat ini kita tak perlu larut ke dalam kemeriahan Bonek. Sebab, tulisan yang sedang Anda baca adalah sebuah narasi—cukup singkat—tentang perjalanan Persebaya pada kompetisi Liga 1 2018. Penulisnya seorang wartawan yang malang melintang di Jawa Timur, khususnya Surabaya: Oryza A. Adriawan.

Buku ini akan membawa Anda ke dalam sebuah pengalaman yang, tentu saja, jarang diulas oleh banyak wartawan sepakbola. Oryza menjelaskan dengan detail dari satu pertandingan ke pertandingan yang lain, mulai dari latihan, jelang pertandingan, saat pertandingan, hingga usai pertandingan.

Di samping pertandingan, dia juga menyisipkan kisah-kisah di balik suporter Persebaya. Seperti yang dia tulis dengan judul “Baper (Kisah Liverpool dan Persebaya)”. Dalam tulisan tersebut, dia mengungkapkan bahwa ada kesamaan antara suporter Liverpool dengan Persebaya. Mereka terwakili dengan dua kata. Keras dan cerewet. Allez!

Dalam catatannya, Liverpool dan Persebaya membikin tinta sejarah yang getir: klub dengan suporter yang meninggal dunia terbanyak karena urusan sepakbola. Dan itulah yang juga mendasari betapa loyalitas Kopites dan Bonek terhadap klubnya cukup besar.

Baca juga: Resensi ‘PERSIB dan Kisah Kompetisi Perserikatan Tahun 1978’

Tak kalah menariknya adalah tulisan tentang “Resep Bonek Berdamai dengan Aremania”. Publik sepakbola barangkali mahfum bahwa salah satu rivalitas besar tentang supporter sepakbola adalah Persebaya dan Arema. Dalam catatan sejarah, setiap pertandingan yang mempertemukan keduanya, sering berdampak pada jatuhnya korban, baik dari Aremania maupun Bonek.

Permasalahannya, sampai kapan itu akan terus berlangsung? Oryza mengungkapkan bahwa salah satu resep yang manjur adalah tidak menganggap bahwa pertandingan bagaikan hidup dan mati. Sebab, seperti yang lalu, jika kalah akan mengamuk, tapi jika menang akan umuk. Maka, jika gairah yang ditampakkan selalu begitu, akan susah untuk berdamai.

Tulisan tentang “Andik Vermansah dan Alasan Sebuah Pertandingan Pamungkas Layak Dikenang” menjelaskan bahwa bagaimana Andik begitu diidolakan oleh Bonek. Menurut Oryza, video viral ketika Andik menyanyikan Song for Pride bersama Bonek menjadi pengingat bahwa kata-kata Andik terhadap Persebaya bukanlah omong kosong. “Aku iki yo Bonek, Cok!”

Bagi Bonek, Andik adalah elemen penting mengapa pertandingan pamungkas Liga 1 2018 layak dikenang. Mereka akan selalu berharap bahwa Andik akan kembali memperkuat Persebaya.

Buku ini diakhiri dengan catatan apik berupa statistik pertandingan, starting line-up hingga pencetak gol dan assist Persebaya Surabaya. Untuk penggemar sepakbola Indonesia, terutama Bonek, wajib untuk mengoleksi sehimpun reportase Persebaya Liga 1 2018. Catatan dari Bonek untuk Persebaya.

Cerita seorang Bonek menggadaikan sepeda, celana, atau barang lainnya untuk bisa menonton Persebaya bukanlah mitos atau cerita pengantar tidur. Itulah yang membedakan suporter dengan customer, karena hanya suporter yang rela berkorban untuk sesuatu yang dia sukai.

Related Posts

One thought on “Tanpa Bonek, Persebaya Surabaya Tak Bertaji

  1. Selina Daise berkata:

    Kita bisa banyak tahu akan informasi-informasi yang sangat menarik disini. Terutama informasi seputar pengetahuan dan hal-hal yang mendukung informasi penting agar orang-orang yang membaca artikel ini bisa belajar banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *