Aku yang Tak Bernama di Hatimu

Rp 58.000,00

Buku ini merupakan implementasi perasaan Egha sebagai seorang perempuan sekaligus katarsisnya dalam menumpahkan emosi atau apa-apa yang ada dalam kepalanya.

Weight 0.2 kg
Penulis

Egha Latoya

Penerbit

Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit

2018

Jumlah Halaman

208

Dimensi

13.5 x 20 cm

ISBN

978-602-03-8567-9

Jenis Sampul

Soft Cover

Description

Description

MOJOKSTORE.COM / Fiksi / Aku yang Tak Bernama di Hatimu (Egha Latoya)

+++

Kekasihku, biarlah waktu yang membenahi semua omong kosong dunia. Harapku, di dunia ini, tak kan ada yang mampu menyakitimu. Sebab, aku akan menjadi orang paling sengsara mendengar kau bersedih. Berhati-hatilah, banyak sekali topeng pada jalan panjang. Jangan sampai kau bertemu rumah tanpa pintu, pohon tak berakar, taman bunga beracun, matahari yang lupa bangun, dan kicauan burung yang tak kau temukan wujudnya. Aku selalu menunggu pulangmu, sekalipun aku tak bernama di hatimu. Pulanglah kepadaku, dalam keadaan apa pun kau.

***

Egha Latoya bukan sosok yang baru di industri musik tanah air. Setelah menjadi finalis Putri Citra Indonesia dan Miss Celebrity salah satu stasiun TV Swasta pada 2011, musisi kelahiran 1993 ini sempat bergabung dengan Republik Cinta Management (RCM) Ahmad Dhani. Di sana, dia membuat grup The Fatima, kemudian Duo Jingga yang diproduseri Posan Tobing. Karya-karya musiknya mudah diterima pendengar pop Indonesia yang membuatnya makin diperhitungkan sebagai penyanyi papan atas.

Pada 2018 ini Egha membuat kejutan. Musisi yang jago menulis dan membuat rupa ini tiba-tiba hijrah ke Yogyakarta. Ia meninggalkan semua jejak emas yang diukirnya selama tujuh tahun terakhir di Ibu Kota. Hal yang dilakukannya ini adalah sebuah anomali lantaran banyak musisi yang mengukur Jakarta sebagai barometer kesuksesan karya. Tetapi Egha, sebaliknya.

Selain musik, Egha juga ternyata jago menulis. Setelah single, ia meluncurkan buku kumpulan puisi berjudul Aku yang Tak Bernama di Hatimu. Buku ini merupakan implementasi perasaan Egha sebagai seorang perempuan sekaligus katarsisnya dalam menumpahkan emosi atau apa-apa yang ada dalam kepalanya.