Syekh Siti Jenar: Makna Kehidupan

Rp 89.000,00

Melanjutkan buku sebelumnya—Syekh Siti Jenar: Makna Kematian—buku ini bukanlah sejarah hidup Syekh Siti Jenar, melainkan ulasan ajarannya. Jika buku pertama lebih mengulas eksistensi manusia, buku ini akan mengupas tauhid, akhlak, dan makrifat Syekh Siti Jenar.

Weight 0.35 kg
Penulis

Achmad Chodjim

Penerbit

BACA

Jumlah Halaman

396

Dimensi

13 x 20.5 cm

ISBN

978-602-6486-17-2

Jenis Sampul

Soft Cover

Brand

Baca

Description

Description

MOJOKSTORE.COM / Non Fiksi / Syekh Siti Jenar: Makna Kehidupan (Achmad Chodjim)

+++

SYEKH SITI JENAR. Ia juga akrab dipanggil Syekh Lemah Abang. Ketinggian ilmunya mengundang curiga. Wali-wali sepuh yang mengajarnya menyangka dia punya ilmu sihir. Padahal, yang muncul tiba-tiba dan disaksikan oleh santri-santri Giri adalah karamahnya. Tetapi, yang membuat nama Syekh Siti Jenar mencuat bukan sematamata ketinggian ilmunya, melainkan praktik hidupnya yang egaliter, merasa sama dengan orang lain. Keteladanannya dalam beragama mudah diikuti orang lain. Tak heran bila setiap hari masjid di Pesantren Lemah Abang dipenuhi orang.

Melanjutkan buku sebelumnya—Syekh Siti Jenar: Makna Kematian—buku ini bukanlah sejarah hidup Syekh Siti Jenar, melainkan ulasan ajarannya. Jika buku pertama lebih mengulas eksistensi manusia, buku ini akan mengupas tauhid, akhlak, dan makrifat Syekh Siti Jenar.

Tauhid yang menjadi landasan pokok dalam beragama ia ajarkan hingga tuntas. Sifat 20 tidak diajarkan sebagai sifat Tuhan semata, tapi juga sifat yang disandang oleh hamba-Nya yang mukmin. Justru di sinilah ajaran Siti Jenar lebih menarik daripada ajaran yang disampaikan oleh para wali lainnya. Rukun Islam dijabarkan sebagai basis perilaku dalam hidup sehari-hari. Muslim sejati tak sekadar mengucapkan syahadat, mengerjakan salat, berpuasa, menunaikan zakat, dan berhaji secara formal. Iman bukanlah semata-mata kepercayaan. Iman harus ditransformasikan dalam kehidupan. Di tangan Syekh, rukun iman melahirkan kemanunggalan iman, sebagai wujud manunggaling kawula klawan Gusti dalam kehidupan nyata di bumi.

Rukun Islam dan Iman tidak hanya dipraktikkan berdasarkan olah budi dan cipta. Bila tidak berada di atas kehendak Tuhan, keinginan akan mengotori jiwa.  Hanya bila budi dan cipta telah dipimpin Tuhan, kita akan terlepas dari ketersesatan.

Syekh juga mengupas lugas makna sifat Rasul bagi kehidupan kita, rahasia Sasahidan,  dan pandangan revolusioner tentang Hari Akhir.