-10%Sold out

Ufuk Timur

Rp 80.100

Membaca beberapa lembar catatan perjalanan dalam buku ini, mendatangkan iri yang berlapis-lapis. Lapisan pertama adalah sebagai sesama jurnalis, Chris sangat beruntung dapat mengunjungi begitu banyak tempat di Papua, dan berjumpa dengan banyak orang, dalam kurun waktu yang relatif singkat.

Papua itu luas. Transportasi dan logistik selalu menjadi isu utama. Bahkan oleh jurnalis lokal sekalipun. Apalagi ini bukan catatan tentang jalan-jalan atau plesiran. Lapisan iri kedua adalah ketekunannya dalam mencatat setiap detil pengalaman. Ini dilakukan bukan semata karena memang sedang melakukan perjalanan jurnalistik. Sebab banyak jurnalis meliput Papua, tapi tak semua sanggup menyusun ulang catatan selain dari apa yang sudah pernah ia publikasikan.

Alasan ketiga yang membuat iri adalah, kekayaan waktunya untuk menulis ulang semua pengalamannya dalam sebuah buku, yang akan menghindarkan kita dari penyederhanaan-penyederhanaan ala buku pelajaran sekolah, seperti ‘nasionalisme’ atau ‘NKRI harga mati’ dalam melihat Papua.

-Dandhy Dwi Laksono (Pendiri Watchdoc, Sutradara Alkinemokiye dan The Mahuzes)

Out of stock

Beritahu aku jika stok produk ini tersedia kembali

Description

MOJOKSTORE.COM / Non Fiksi / Ufuk Timur (Christopel Paino)

+++

Buku ini terlalu berharga untuk dilewatkan. Seri tulisan ini menjadi menarik, karena dibuat dengan sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan tulisan lain yang dibuat oleh orang luar tentang orang dan budaya Papua. Membaca buku ini, saya seperti dibawa untuk melihat perjalanan spiritual seseorang yang sedang coba menyelami alam budaya masyarakat Papua. Tulisan ini otentik, karena diperoleh lewat interaksi—bertemu dengan banyak pihak dan berdasarkan pengalaman langsung penulis saat mengunjungi berbagai wilayah yang ada di Papua. Dari hutan, rawa, pegunungan, hingga pesisir danau dan laut.

Sebagai seorang jurnalis lapangan yang berpengalaman, Christopel Paino mampu mencurahkan berbagai perasaan tentang apa yang dia lihat, dan menganalisa konteks situasi yang ada, yang pada akhirnya diramu dalam tulisan yang dia buat dalam buku ini.

-Ridzki R. Sigit (Pimpinan Operasional Mongabay Indonesia)

Membaca beberapa lembar catatan perjalanan dalam buku ini, mendatangkan iri yang berlapis-lapis. Lapisan pertama adalah sebagai sesama jurnalis, Chris sangat beruntung dapat mengunjungi begitu banyak tempat di Papua, dan berjumpa dengan banyak orang, dalam kurun waktu yang relatif singkat.

Papua itu luas. Transportasi dan logistik selalu menjadi isu utama. Bahkan oleh jurnalis lokal sekalipun. Apalagi ini bukan catatan tentang jalan-jalan atau plesiran. Lapisan iri kedua adalah ketekunannya dalam mencatat setiap detil pengalaman. Ini dilakukan bukan semata karena memang sedang melakukan perjalanan jurnalistik. Sebab banyak jurnalis meliput Papua, tapi tak semua sanggup menyusun ulang catatan selain dari apa yang sudah pernah ia publikasikan.

Alasan ketiga yang membuat iri adalah, kekayaan waktunya untuk menulis ulang semua pengalamannya dalam sebuah buku, yang akan menghindarkan kita dari penyederhanaan-penyederhanaan ala buku pelajaran sekolah, seperti ‘nasionalisme’ atau ‘NKRI harga mati’ dalam melihat Papua.

-Dandhy Dwi Laksono (Pendiri Watchdoc, Sutradara Alkinemokiye dan The Mahuzes)

Additional information
Weight 0.25 kg
Penulis

Christopel Paino

Penerbit

Indie Book Corner

Tahun Terbit

2020

Jumlah Halaman

221

Dimensi

14 x 19,5 cm

Jenis Sampul

Soft Cover