garis waktu resensi
Diari

Susi dan Bacaannya #4: Suatu Cara Fiersa Besari Menggariskan Waktu

Belum lama ini, Susi selesai membaca Garis Waktu karya Fiersa Besari. Tokoh “aku” tersaji dan “kamu” sebagai sosok yang dicintai “aku”. Susi pikir, tokoh “aku” adalah Fiersa sendiri, sedangkan “kamu” adalah seorang mantan kekasihnya. Hehe…

Emangnya, gimana cara Fiersa Besari mengGARISkan WAKTU?

Garis Waktu memang bercerita tentang kisah cinta yang telah ditulis banyak pengarang. Pada sampul, selain nama penulis dan judul buku, teks “Sebuah Perjalanan Menghapus Luka” akan kita temui.

Kisahnya pun mengenai orang yang memulai jatuh cinta, berpacaran, patah hati, dan ditinggal menikah. Susi, sih, sudah merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta sampai patah hati. Kalau ditinggal menikah, semoga saja tidak, ya…

Fiersa Besari punya kekuatan berupa diksi indah lagi puitis. Wajar bila banyak pemudi (juga pemuda) menjadikannya sebagai panutan. Remaja kiwari sudah lazimnya punya kegemaran mengutip kata-kata Bung Fiersa dan menyebarkannya di linimasa media sosial masing-masing.

Tak perlu kekinian, karena kekinian akan alay pada masanya.
Hlm. 28

Susi merekomendasikan buku ini kepada sobat sekalian. Terlebih kepada yang belum selesai untuk urusan patah hati: Garis Waktu bisa menjadi obat lara sekaligus pisau penikam hati. Namun, tetap saja, ia bisa dibaca santai sembari menikmati senja bersama sajian kopi hangat di suatu kedai pinggir kota. Atau, baca saja sewaktu perjalanan jauh menaiki kereta api. Syahdu pastinya!

quote fiersa besari garis waktu

Jika seorang filateli gemar mengoleksi perangko, Garis Waktu sedikit berbeda: kumpulan surat berisikan rasa gelisah adalah koleksinya. Surat-surat itu dinarasikan mulai dari pertemuan dengan seseorang yang mengubah hidup tokoh utama, saat-saat terluka dan kehilangan, dan keinginan untuk menjumpai kenangannya.

Baca juga tulisannya Susi: Emangnya Cinta itu Beneran Tak Pernah Tepat Waktu?

Hebatnya, Fiersa Besari berhasil membuat Susi percaya bahwa “aku” dan “kamu” bakal menjadi “kita” atau tidak menjadi “kita” sama sekali. Selama ini, banyak orang berharap terlalu tinggi. Dikiranya, cinta mudah terbalaskan dan kehilangan adalah bentuk mitos yang tak mungkin ia hadapi. Garis Waktu memberi tohokan, memindahkan haluan yang bagus-bagus, dan membiarkan tokohnya sakit berlarut-larut.

Buat sobat-sobatku, jangan sungkan membaca Garis Waktu, ya! Dapatkan ia di Mojok Store. Sudah saatnya kita berterus terang tentang cinta dan waktu…

Komentar