mark-manson-resensi
Diari

Mas Pur dan Bacaannya #1: Hidup yang Baik, Hidup yang Bodo Amat

Apa yang terlintas di pikiranmu kalau ada kata “Bodo Amat” pada judul buku? Kalau Mas Pur, sebagai seorang yang menaruh perhatian besar pada dunia akademik, yaa jelas ketar-ketir kalau jadi trending topic di kalangan mahasiswa. Gini-gini, kan, Mas Pur adalah seorang asisten dosen yang kadang-kadang menerbitkan kesebalan di mata mahasiswa.

Nah, kemarin, Mas Pur telah menyelesaikan Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat, karya Mark Manson. Mas Pur kira bakal banyak kata “bodo amat” di setiap paragraf. Kenyataannya, tidak begitu. Mark Manson justru menunjukkan bahwa untuk menjadi kuat dan bahagia, kita bisa mengerjakan segala tantangan dan sejenak berhenti menjadi positif-di-segala-waktu.

Kita jelas kepayahan kalau harus menuruti kata orang-orang yang harus begitu lah, harus begini lah, harus begono lah… Jadi, Mark Manson menyarankan, “Bersikap bodo amat aja!”

bodo-amat-mark-manson

Mark Manson menjabarkan 3 seni terkait “bodo amat”.

  1. Masa bodoh bukan berarti tidak peduli. Masa bodoh diartikan nyaman ketika kita menjadi “beda” dan nikmat dalam menjalaninya sampai tujuan yang dikehendaki.
  2. Kita perlu peduli pada hal-hal yang lebih penting daripada kesulitan yang ada di hal-hal itu. Jadi, yaa, jangan sungkan bilang “Bye!” sama perkara sepele.
  3. Sadar atau tidak, kita biasanya akan memerhatikan suatu hal dan itu akan membaik, mengikuti tingkat kedewasaan kita.

Baca juga tulisannya Susi: Emangnya Cinta itu Beneran Tak Pernah Tepat Waktu?

Masalahnya Bernama Kebahagiaan

Menurut Mark Manson, kebahagiaan datang dari keberhasilan untuk menyelesaikan masalah. Padahal, terkadang masalah itu cukup sederhana dan tidak perlu dilarut-larutkan sampai tak terselesaikan.

Mengapa kita kerap melarutkan masalah sampai menjadi masalah yang mbundet? Karena, kita biasanya:

  1. Menyangkal adanya kenyataan, sehingga menuntun kepada hal-hal yang rentan rapuh dan menjerat secara emosional.
  2. Mengedepankan mentalitas sebagai korban, sehingga membikin kita jadi tidak berdaya dan putus asa.

Kebahagiaan, dikatakan Manson, sebagai sesuatu yang tumbuh, yang diperjuangan, dan yang menentukan kesuksesan di masa kemudian.

Argumentasi yang digulirkan Mark Manson dalam Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat memang sederhana, apa adanya, dan tidak terkesan cengeng—seperti bacaan motivasi pada umumnya.

Setelah menutup buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat, Mas Pur seperti dibisikkan pelan-pelan sama Mark Manson:

Hiduplah sebisanya dan sebiasanya. Tidak perlu waspada berlebih pada hal yang remeh. Prinsipnya, gini: bodo amat itu mengasyikkan dan, tentu, bermanfaat!

Komentar